Suporter Klub Ini Bikin Koreografi Dukung Palestina, Artinya Bikin Merinding

Posted by

Sebuah aksi dukungan terhadap Palestina ditunjukkan oleh para suporter klub Turki, Konyaspor. Aksi ini menuai dukungan di tengah perlawanan terhadap upaya menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Dalam laga Turkish Super League menentang tim besar asal Istanbul, Fenerbahce, pendukung tuan rumah menaikkan koreo raksasa yang memaparkan gambar Masjid al-Aqsa, Handala yang memegang bendera Turki dan Palestina, serta Salahuddin al-Ayubi (juga dikenali sebagai Saladin) dan kain spanduk yang bertulis pesan: “Baitulmaqdis (Yerusalem) menunggu Saladin yang baru.”

Koreografi pendukung Konyaspor ini sebagai perlawanan keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menegaskan Yerusalem sebagai ibukota negara Israel. Keputusan ini mengundang kecaman dari seluruh dunia.

Dalam laga itu juga, penyokong Konyaspor turut menjemput Mohamed al-Taweel, remaja berusia 14 tahun yang mempunyai sindrom Down, yang pernah ditangkap oleh pasukan Israel di Tepi Barat karena melakukan protes terhadap keputusan Donald Trump itu.

Laga itu berakhir dengan kedudukan 1-1.

Sebagai penjelasan terhadap koreografi raksasa tersebut: Masjid al-Aqsa adalah masjid ke-3 tersuci dalam agama Islam dan juga merupakan tempat persinggahan Nabi Muhammad SAW ketika peristiwa Isra dan Mikraj.

Masjid ini dikenali sebagai al-Haram al-Sharif oleh agama Islam dan Temple Mount oleh agama Yahudi.

Tanah tempat masjid berada menjadi rebutan sejak Israel menaklukkan Yerusalem Timur pada 1967, selain tanah-tanah di Tepi Barat dan Gaza.

Pada tahun 1980, Israel mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu negara Israel.

Kira-kira 400.000 rakyat Palestin yang tinggal di Yerusalem hanya memiliki status penduduk tetap (PR), bukannya rakyat, walaupun dilahirkan di kota tersebut. Sejak 1967, Israel telah giat menjalankan aktivitas pengusiran rakyat Palestina.

Mengenai gambar Handala, apa pula maksudnya?

Handala merupakan sosok komik ciptaan Naji al-Ahli sekitar tahun 1975 hingga 1987 yang menggambarkan kerepotan warga Palestin di tanah air mereka sendiri. Handala merupakan simbol bagi anak anak Palestin.

Pelukis Handala, Naji al-Ahli pernah berkata, bahwa Handala adalah anak-anak berusia 10 tahun yang tidak cantik, tidak gemuk, tidak gembira dan tidak tenang. Dia berkaki ayam. “Tangannya senantiasa terikat di belakang sebagai simbol menentang pendudukan Israel yang disokong oleh Amerika Serikat.”

Siapa Salahuddin al-Ayubi?

Salahuddin al-Ayubi atau Saladin merupakan pemimpin tentara Islam ketika Perang Salib pada tahun 1187.

Dia memimpin tentara Islam dalam Perang Salib menentang tentara Salib pimpinan Richard I The Lion Heart yang membuat Yerusalem kembali menjadi milik orang Islam.

 

sumber : sportlova.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *