5 Pemain Yang Menyesal Gabung Real Madrid

 - 

Real Madrid adalah salah satu klub paling sukses di dunia. Oleh karena itu, tak heran jika Los Blancos menjadi impian bagi para pemain-pemain kelas dunia.

Gaji yang besar dan juga jaminan trofi membuat banyak pemain ingin bermain bersama Madrid. Namun, tidak semua pemain bintang yang merumput di sana bisa sukses.

Tidak sedikit yang gagal sehingga membuat mereka menyesal datang ke Santiago Bernabeu. Siapa saja mereka?

Berikut ini lima pemain yang menyesal telah bergabung dengan Real Madrid seperti dilansir Sportskeeda.

Klaas-Jan Huntelaar

Statistik Huntelaar di Real Madrid sebenarnya tidak buruk setelah mencetak delapan gol dari 20 pertandingan. Ia didatangkan dari Ajax pada Januari 2009 dengan biaya 20 juta euro.

Huntelaar mampu mencetak 76 gol dari 92 pertandingan untuk jawara Belanda. Namun, setelah tiba di Madrid, ia harus menemui kenyataan tidak masuk dalam skuat Liga Champions.

Madrid juga mendatangkan Lassana Diarra pada Januari yang 2009 dan menurut peraturan UEFA hanya salah satu yang bisa didaftarkan ke skuat Liga Champions. Los Blancos pun memilih mendaftarkan Diarra.

Huntelaar kemudian pindah ke AC Milan pada musim panas, hanya enam bulan setelah bergabung dengan Madrid. Setelah itu ia melanjutkan karirnya bersama Schalke sebelum kembali bergabung dengan Ajax.

Arjen Robben

Arjen Robben sudah memenangkan banyak gelar dalam sepanjang karirnya. Meski dianggap sebagai salah satu pemain sayap paling sukses sepanjang masa, kiprahnya bersama Real Madrid tidak berlangsung lama.

Setelah direkrut dari Chelsea senilai 24 juta pounds, Robben diperkirakan akan meraih kesuksesan tapi hal tersebut tidak terjadi. Meski sempat memenangkan satu gelar La Liga, kedatangan Cristiano Ronaldo dan Kaka membuatnya tidak terpakai dan menghabiskan sebagian besar waktunya di bangku cadangan.

Pada akhir musim 2008/09, Robben dijual ke Bayern Munchen dan masih tetap berada di sana sampai saat ini. Dia hanya mencetak 13 gol dalam 65 penampilan untuk raksasa Spanyol tapi bisa mengoleksi 95 gol dalam 189 penampilan untuk Bayern.

“Meninggalkan Madrid untuk Bayern adalah keputusan terbaik dalam hidup saya,” kata Robben pada tahun 2014.

Nuri Sahin

Banyak yang diharapkan dari Nuri Sahin ketika dia pindah ke Santiago Bernabeu dengan biaya 9 juta pounds dari Borussia Dortmund setelah memenangkan pemain terbaik Bundesliga.

Namun, karirnya di Madrid tidak terbukti sukses. Dia hanya membuat empat penampilan untuk raksasa Spanyol tersebut di La Liga dan gagal mencetak satu gol pun. Itu sangat kontras dengan enam gol dan delapan assist yang dia torehkan pada musim terakhirnya di Jerman.

Sahin kemudian dipinjamkan ke Liverpool sebelum kembali ke Dortmund dan ditebus permanen pada tahun 2014. Meski kembali ke Jerman, pemain internasional Turki itu tidak pernah bersinar lagi dan jarang tampil reguler.

Michael Owen

Meski punya talenta yang luar biasa, Michael Owen tak pernah mencapai puncaknya. Cedera menghancurkan sebagian besar karirnya.

Pemain Inggris terakhir yang memenangkan Ballon d’Or, Owen sangat dipuja di Anfield setelah mencetak banyak gol di sana sebelum memutuskan pindah ke Real Madrid pada tahun 2004.

Namun, Owen kesulitan menampilkan performa terbaiknya di Madrid dan sering berada di bangku cadangan. Kesulitan bersaing dengan Raul, Owen tak pernah sukses di Spanyol meski masih mampu mencetak 13 gol dari 36 pertandingan.

Madrid kemudian memutuskan untuk menjual Owen di musim panas 2005. Owen pindah ke Newcastle dan kemudian ke Manchester United sebelum bergabung dengan Stoke untuk mengakhiri karirnya di sana.

Kaka

“Pada tahun 2009 saya menerima tawaran dari Real Madrid, tetapi setelah kepindahan itu, saya benar-benar hancur, karena saya tidak dapat meniru apa yang telah saya lakukan untuk Milan. Saya benar-benar tersesat. Di Italia, semua orang mencintai saya, tetapi di Spanyol mereka semua ingin saya pergi begitu saja. ”

Kaka bergabung dengan Real Madrid saat berada di puncak permainannya. Setelah memenangkan Ballon d’Or pada tahun 2007 dan kemudian menjadi finalis pada dua musim berikutnya, pemain asal Brasil itu meninggalkan AC Milan.

Kaka direkrut Madrid dengan biaya 67 juta euro. Dengan kedatangan Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil, Kaka dipaksa memanaskan bangku cadangan di Madrid. Cedera juga membuat karir Kaka tidak bisa berkembang di sana.

Kaka mencetak 23 gol dari 85 penampilan di liga untuk Madrid sebelum kembali ke Milan. Karirnya seakan tenggelam setelah meninggalkan Madrid dan pindah ke Orlando City sebelum memutuskan pensiun pada akhir 2017.

Sumber : BOLA.NET


Kazuyoshi Miura ‘Nekat’ Main Untuk Yokohama FC Di Usia 51 Tahun!

 - 

Kazuyoshi Miura masih ‘nekat’ bermain untuk Yokohama FC dengan menambah durasi kontraknya selama setahun. Padahal usia sang penyerang legendaris Jepang ini sudah melebihi 50 tahun. Bahkan dia bakal berulang tahun yang ke-51 pada Februari 2018 mendatang.

Francesco Totti mungkin akan sedikit menyesal pensiun ‘lebih awal’ ketika menyaksikan yang dilakukan oleh Kazuyoshi Miura. Sang striker bergelar King Kazu ibarat tidak mengenal kelelahan karena faktor umur. Dia justru masih terus berpetualang di J2, Divisi Kedua Liga Jepang.

Memang kesempatan bermain Miura tidak bisa sebanyak dahulu. Peranannya di Yokohama FC juga tidak terlalu cemerlang. Musim lalu klubnya tersebut hanya finish di urutan ke-10 J2, dan kehilangan peluang untuk promosi ke J1, atau liga utama Liga Jepang.

Tapi dari Miura kita bisa melihat ketangguhan nyali dan kegigihan bertarung. Bayangkan, dengan memperpanjang kontrak dengan Yokohama FC, berarti Miura sudah berkarier di J-League selama 33 tahun, terhitung sejak mendarat di Yomiuri (Verdy Kawasaki) pada 1990.

Kazuyoshi Miura yang punya catatan 55 gol dalam 89 penampilan bersama timnas Jepang, juga merupakan sumber inspirasi generasi-generasi baru Samurai Biru. Dia pertama kali memulai karier di Brazil bersama Santos, Palmeiras, hingga Coritiba.

Kazuyoshi Miura juga menjadi pioner bagi pesepakbola Jepang untuk menjajal ganasnya kompetisi level Eropa. Miura pernah bergabung dengan Genoa pada musim 1994/ 1995, lalu bermain pulauntuk Dinamo Zagreb, klub asal Kroasia pada 1999.

Miura terakhir kali memperkuat Jepang pada tahun 2000, yang berarti sudah 18 tahun dia pensiun dari sepakbola internasional, tetapi belum merampungkan perjalanan di level klub.

Tahun lalu, tepatnya pada 12 Maret 2017, Miura memecahkan rekor sebagai pencetak gol tertua di liga profesional dunia, kala Yokohama FC bermain imbang 1-1 melawan V-Varen Nagasaki. Usianya kala itu adalah 50 tahun lebih 14 hari. Tujuh hari sebelumnya, ia membuat rekor sebagai pemain tertua yang pernah bermain di liga profesional di muka planet bumi.

Sumber: Sidomi.com


Timnas Indonesia U-16 Juara Jenesys Cup di Jepang Setelah Kalahkan Vietnam

 - 

Timnas Indonesia U-16 berhasil merebut gelar juara di turnamen Jenesys yang berlangsung di Jepang, Senin (12/3/2018). Hasil itu didapatkan setelah Indonesia mengkandaskan Vietnam U-16 dengan skor 1-0.

Dalam laga final di Lapangan Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park Pitch 1, Jepang, Senin siang, anak-anak Timnas unggul berkat gol yang dicetak
oleh Rendy Juliansyah dari titik putih penalti.

Hadiah penalti didapat Indonesia atas pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pemain Vietnam di kotak terlarang. Rendy berhasil menceploskan bola ke gawang lawan pada menit ke-64.

“Cukup membanggakan. Ini juga berkat dukungan dan doa masyarakat Indonesia,” beber pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, dilansir laman resmi PSSI.

“Tentu saja kerja keras para pemain selama pemusatan latihan sampai pertandingan di Jenesys. Para pemain bermain tidak ada takutnya. Semua lawan dihadapi dengan gagah berani,” lanjut Fakhri.

Timnas Indonesia U-16 tampil di final setelah menaklukkan tuan rumah Jepang dengan skor 1-0. Sementara, Vietnam tampil di partai final setelah menang atas Thailand melalui babak adu penalti dengan skor 6-5.

Pada pertandingan penyisian grup, Indonesia menang atas Filipina dengan skor 7-1, serta mengalahkan Kamboja 5-0. Sedangkan Vietnam, menang 2-1 saat melawan Laos dan imbang 0-0 melawan tim Miyazaki Selection dipenyisihan grup.

Sumber: FAKTUALNEWS.co